unsur intrinsik novel bahasa sunda

Unsurintrinsik danau toba dalam bahasa jawa. Ing sawijining dina ana wong lanang jenenge Toba. Dalam bahasa sunda telaga atau. Hal ini karena Toba melanggar janji kepada istrinya dengan mengungkit masa lalu istrinya yang berasal dari ikan karena marah kepada anaknya. Unsur kebahasaan dalam novel ronggeng dukuh paruk. Asal mula rawa danau. WAYANGGOLEK SUNDA WAWASAN GOYES. SASTRA BLOG DANRIRIS BAHASA INDONESIA LAMAN 8. 1 / 13. SASTRAWAN SEJARAH SASTRA INDONESIA. UNSUR Utama Yaitu Hikayat Sri Rama Dan Mahabharata Dari Dua Kisah Ini Unsur Intrinsik' 'Sinopsis Novel Bahasa Jawa SERAT RIYANTA Dan Unsur April 27th, 2018 - Sinopsis Novel Bahasa Jawa SERAT ekstrinsikdalam cerita rakyat, cerita legenda bahasa sunda sasakala gunung tangkubang, sinopsis novel perahu kertas beserta unsur intrinsik, abstrak haryani anita 2009 unsur intrinsik cerita, unsur intrinsik cerpen tokoh alur latar sudut pandang, blognya risma cerita rakyat sangkuriang dalam bahasa SimakIni Penjelasan Pengertian, Unsur Intrinsik dan Jenis-jenis Novel; RINGKASAN Cerita Anoman Duta dalam Bahasa Jawa Kelas 9 SMP dan MTs Singkat, Padat dan Jelas; SIMAK Percakapan Bahasa Jawa dengan Orang Tua Singkat, Contoh Dialog Bahasa Jawa 2 Orang Krama Alus ; TEKS Deskripsi Kebaya dalam Bahasa Jawa Beserta Strukturnya Contoh Teks Pakaian Bacaoge: Kumpulan Contoh Carita Babad Sunda Sejarah Patempatan di Jawa Barat. Unsur intrinsik dari cerita Babad Sumedang. Tema: Tema dari Babad Sumedang yakni bertemakan kerajaan. Tokoh: Tokoh dalam cerita "Babad Sumedang" : Eyang Jaya Perkasa, Putri Harisbaya, Pangeran Geusan Ulun, Raja Sumedang Larang, Nangganan. Alur : Site Rencontre Entierement Gratuit Sans Abonnement. Novel budak teuneung merupakan karya dari Samsoedi dan pernah mengalami 5 kali cetak karena larisnya. Menyuguhkan banyak pesan moral untuk anak muda sehingga cocok di baca berbagai kalangan. Penasaran dengan isi novelnya? Sebaiknya kamu resensi novel Budak Teuneung terlebih dahulu di artikel ini. Karena disini akan di bahas lengkap apa yang kamu butuhkan mengenai novel. Mulai identitas, sinopsis, intrinsik juga ekstrinsik serta kelebihan juga kekurangan juga pesan moral. Simak yuk! Identitas Novel Budak Teuneung Judul NovelBudak TeuneungPenulisSamsoediJumlah halaman56 HalamanUkuran buku17×12 cmPenerbitGirimukti PustakaKategoriFiksiTahun Terbit2010Harga bukuRp. Novel Budak Teunenung ini memiliki arti anak pemberani. Novel dengan bahasa sunda ini memiliki tebal sebanyak 56 halaman dengan ukuran 17×12 cm dan di terbitkan pertama kali pada tahun 1965. Dan cetakan terakhirnya di tahun 2010. Novel dengan beberapa gambar di dalamnya ini memiliki banyak pesan moral juga sangat menginspirasi kamu muda-mudi untuk terus berbuat baik. Sinopsis Novel Budak Teuneung Novel Budak Teuneng ini menceritakan Warji yang merupakan anak yatim miskin di desa. Warji yang tinggal berdua dengan ibunya di sebuah gubuk reyot di desa. Usia Warji ini kurang lebih 11 tahun. Meski miskin Warji tidak kekurangan cinta dan kasih dari ibunya. Selain itu, Ibu Warji selalu memberikan nasihat agar Warji menjadi anak yang jujur, penyabar, pemaaf, dan mau mengalah demi kebaikan. Namun, Warji selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari teman kampungnya. Karena Warji bukan anak orang kaya. Ia sering dikucilkan, dihina dan dijauhi . Terutama Warji selalu di aniyaya oleh Si Begu dan Si Utun yang tidak menyukainya. Namun, suatu waktu Warji berhasil menolong Asep Onon yang terperosok ke sumur kering. Asep Onon yang awalnya tidak menyukai Warji sama halnya dengan teman lainnya. Akhirnya Asep Onon menjadi teman baik karena tahu berterimakasih telah menyelamatkan nyawanya. Asep Onon ini merupakan anak Lurah di kampung tersebut. Pak Lurah yang tau kebaikan Warji akhirnya mengangkat Warji sebagai pengembala kerbau Pak Lurah. Asep Onon yang kini menjadi teman baik Warji ia mulai mengajarkan Warji untuk menulis dan membaca. Emang dasarnya si Warji ini merupakan anak yang cerdas Asep Onon tidak terlalu lama mengajarkan hingga Warji paham. Setelah bertahun-tahun dari kejadian itu. Kini Warji menjadi pemuda dewasa dan Pak Lurah mengangkatnya sebagai pegawai desa. Sedangkan Si Begu dan Si Utun menjadi penjahat. Unsur Intrinsik Novel Budak Teuneung Dalam resensi novel Budak Teuneung di temukan unsur intrinsik di dalamnya, yaitu 1. Tema Tema yang diangakat dalam novel ini yaitu mengenai keberanian dari seorang anak yang bernama Warji. 2. Tokoh dan Penokohan Berikut ini merupakan beberapa Tokoh yang berada di dalam novel Budak Teunenung, dinataranya adalah Warji, anak yang pemberani, penyabar dan suka menolong sesama juga cerdas. Ibu Warji, seorang ibu yang penyabar, dan selalu memberikan contoh kebaikan kepada anaknya. Asep Onon, merupakan anak lurah yang sangat baik terhadap Warji pada akhirnya karena merasa Warji merupakan penyelamatnya. Pak Lurah, seorang pemimpin yang tegas dan bijak sana Begu, merupakan anak kampung yang selalu bikin onar dan suka menghina orang lain dan suka berkelahi. Utun, teman Begu yang memiliki tabiat yang sama buruknya seperti Begu. 3. Alur Alur yang digunakan dalam novel ini yaitu menggunakan alur maju. Dimana cerita dari awal hingga akhir di ceritakan secara runtut dan beraturan. 4. Latar Waktu Latar waktu yang digunakan dalam novel Budak teunenung yaitu menggunakan latar waktu pagi, siang, sore dan malam hari. 5. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan yaitu di suatu kampung di pedesaan. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel Budak Teuneung yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Budak Teuneung itu menggunakan bahasa yang buka bahasa sunda loma. Hingga bagi sebagian orang mungkin akan sulit untuk memahami bahasa sunda tersebut. 8. Amanat Amanat yang terkandung dalam novel Budak Teunenung yaitu jadilah anak yang penyabar dan selalu berbuat baik pada siapa pun meski orang tersebut membenci kita. Dan jadilah sosok pemberani jika itu merupakan sebuah kebaikan dimana pun dan kapan pun. Unsur Ekstrinsik Novel Budak Teuneung Berikut ini merupakan unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Budak Teuneng diantaranya adalah 1. Nilai Sosial Nilai sosial yang digambarkan dalam novel ini yaitu teman-teman Warji selalu menghina karena kemiskinan. Padahal mereka sama-sama ciptaan Tuhan sebaiknya jangan menghina teman itu tidak baik. 2. Nilai Moral Sikap Warji yang membalas keburukan dengan dengan kebaikan mengantarkan ia kepada nasib yang baik. Sikap jujur dan beraninya menjadikan ia anak kebanggaan ibunya. Kelebihan Novel Budak Teuneung Memiliki banyak pesan moral terutama bagi remaja yang membaca novel tersebut. Banyak gambar sebagai ilustrasi cerita membuat novel semakin menarik Banyak contoh sikap kebaikan yang patut di contoh. Kekurangan Novel Budak Teuneung Gambar yang disajika masih kurang begitu jelas Bahasa yang digunakan buka bahasa loma sehingga akan menyulitkan orang yang belum terbiasa dengan bahasa sunda berat sseperti itu. Pesan Moral Novel Budak Teuneung Terakhir dari resensi novel Budak Teunenung yaitu pesan moral yang terkandung di dalam novel tersebut yaitu Jadilah anak yang penyabar dan selalu berbuat baik pada siapa pun meski orang tersebut membenci kita. Dan jadilah sosok pemberani jika itu merupakan sebuah kebaikan dimana pun dan kapan pun. Novel panganten ini merupakan sebuah karya dari penulis Deden Abdul Aziz. Novel ini banyak mengandung pesan moral di dalamnya. Karena mengisahkan pergaulan remaja yang kurang baik. Penasaran dengan isi bukunya? Kamu bisa baca resensi novel bahasa sunda panganten di artikel ini. Akan dibahas mulai dari identitas, sinopsis, intrinsik, ekstrinsik, kelebihan, kekurangan serta pesan moral yang terkandung dalam novel tersebut. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini! Identitas Novel Judul NovelPangatenPenulisDeden Abdul AzizJumlah halaman56 halamanUkuran buku15×21 cmPenerbitPT. Kiblat Buku UtamaKategoriFiksiTahun Terbit2003Harga novelRp. Buku novel panganten merupakan karangan dari Deden Abdul Aziz yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh PT. Kiblat Buku Utama. Buku yang memiliki ketebalan 56 halaman ini banyak memberikan pesan moral tentang pergaulan remaja. Sinopsis Novel Bahasa Sunda Panganten Novel ini menceritakan tentang krisis moral yang sedang dialami para kaum remaja. Novel ini juga menceritakan tentang jodoh, rezeki dan celaka atau takdir seseorang. Dalam novel ini mengisahkan tokoh utama yang bernama Ririn dan kekasihnya yang bernama Iyang atau nama aslinya yaitu Gumilang. Iyang meninggal setelah menyebutkan bahwa dirinya ingin menikah entah dengan siapa. Gumilang ini meninggal akibat OD di daerah Cipanas. Setelah merasa kehilangan Iyang Ririn mulai mencoba membuka diri dan mulai berpacaran kembali dengan seorang pemuda lain bernama Ben. Dan Ben ini merupakan salah satu teman kos Iyang tapi tidak terlalu akrab pada masa Iyang hidup. Selain itu Ririn memiliki teman perempuan bernama Suminar dirinya selalu menyebut Lisa Kudrow sebagai nama panggilan. Ririn dan Lisa selalu minum-minuman keras di tempat yang terbengkalai. Seperti gedung-gedung tua yang sudah tidak terpakai lagi. Selain minum mereka juga meroko. Ririn dan Suminar saking akrabnya mereka juga sering tudur bareng. Suminar juga meninggal pada saat menyebutkan dirinya ingin menikah. Dan Suminar meninggal akibat kehabisan darah saat aborsi yang entah anak siapa yang dikandungnya. Ririn telah kehilangan dua orang yang matinya secara tidak wajar. Sebetulnya Ririn juga ingin menikah tapi menikah dengan siapa ia juga bingung. Lalu apakah Ririn bisa menikah? Seperti keinginannya atau malah mati tidak wajar seperti teman-teman terdahulunya? Yuk baca novel panganten ini ya! Unsur Intrinsik Novel Dalam sebuah resensi terdapat unusr intrinsik di dalamnya. Begitupun dalam resensi novel bahasa sunda panganten berikut merupakan unsur intrinsiknya, yaitu 1. Tema Tema yang diangkat dalam novel ini yaitu tentang pergaulan bebas remaja yang sudah berlebihan. 2. Tokoh dan Penokohan Berikut merupakan beberapa tokoh yang terdapat dalam novel panganten, diantaranya adalah Ririn, anak yang baik tapi salah pergaulan, ia memiliki sifat sabar tapi pemalas Gumilang, setia dan baik Emih, bijaksana Suminar, remaja yang aborsi dan hamil diluar nikah Ben, teman kos Gumilang yang baik dan perhatian Dan masih banyak lagi tugas yang lainnya 3. Alur Alur yang digunakan dalam novel panganten yaitu alur maju atau progresif. Dimana alur cerita dari awal hingga akhir diceritakan secara runtut dan teratur. 4. latar Waktu Latar waktu yang digunakan dalam novel panganten yaitu siang dan juga malam. 5. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan dalam novel yaitu di rumah Ririn, di Sekolah, di kebun dan lain-lain. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel panganten yaitu sudut pandang orang ketiga yang serba tahu. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel panganten ini menggunakan bahasa sunda loma. Tapi ada beberapa bahasa yang kasar dan tidak cocok dibaca oleh anak di bawah umur. 8. Amanat Amanat yang terkandung dalam novel panganten ini yaitu novel ini mengajarkan kita tentang harus pintar-pintar dalam memilih pergaulan. Dan harus bisa memilih pertemanan dan harus tegar dalam menghadapi setiap permasalahan hidup yang ada. Unsur Ekstrinsik Novel Berikut merupakan unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel panganten, diantaranya adalah 1. Nilai Sosial Nilai sosial yang terkandung yaitu sebagai manusia kita harus pandai memilih pertemanan dan dapat membedakan mana pergaulan yang baik dan pergaulan yang buruk atau merugikan. 2. Nilai Moral Kisah Suminar yang hamil di luar nikah hingga ia meninggal akibat aborsi itu merupakan hal yang tidak patut dicontoh oleh kaula muda. Pandailah menjaga diri ketika masih remaja. Kelebihan Novel Ada pun berikut ini beberapa kelebihan yang dimiliki oleh novel panganten, yaitu Memiliki banyak pesan moral di dalam ceritanya Mengajarkan kita arti kehidupan bahwa jodoh, usia, dan celaka sudah kehendak yang maha kuasa kita hanya perlu tersu berbuat kebaikan selama hidup sebagai ikhtiar Alur yang enak untuk diikuti Kekurangan Novel Selain kelebihan novel ini juga memiliki kekurangan, yaitu Deskripsi tokoh yang kurang jelas sehingga membuat pembaca bingung seperti Suminar yang hamil entah anak siapa, juga Ririn akhirnya menikah dengan lelaki tidak dijelaskan siapa Bahasa yang kurang enak dibaca ada beberapa bahasa kasar yang tidak cocok untuk dibaca anak dibawah umur Pesan Moral Novel Bahasa Sunda Panganten Terakhir dari resensi novel bahasa sunda panganten yaitu pesan moral yang terkandung dalam novel diantaranya adalah Novel ini mengajarkan kita tentang harus pintar-pintar dalam memilih pergaulan dan harus bisa memilih pertemanan dan harus tegar dalam menghadapi setiap permasalahan hidup yang ada 0% found this document useful 0 votes17K views4 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes17K views4 pagesNovel Bahasa Sunda DengJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

unsur intrinsik novel bahasa sunda