cara cek ic regulator rusak
Assalamualaikumwr kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mengetahui transistor regulator yang masih bagus apa sudah rusak. Un
3 Melakukan Cek Dioda Tanpa Multimeter. Bagi Anda yang tidak memiliki alat ukur seperti Multimeter, tidak perlu berkecil hati. Masih ada cara yang bisa Anda gunakan untuk mengecek Dioda rusak. Yakni dengan teknik mengaliri arus listrik pada Dioda. Gunakan baterai minimal tiga Volt atau bisa juga dengan menggunakan sebuah adaptor. Lalu silahkan
MENGENALELCO DAN CARA MENGETAHUI RUSAK ATAU MASIH BAIK MENGGUNAKAN TESTER ANALOG; PARAMETER MENU FACTORY TELEVISI CINA DENGAN IC TOSHIBA 8893; Mengukur Transistor Menggunakan Tester Analog dan Digital (bag 1) Mengukur Transistor Menggunakan Tester Analog dan Digital (bag 2) Lg slim 24' Layar Gelap Suara Normal; H-AFC, FUNGSI DAN GEJALA
Search Cek Duit Dalam Ic. Cek Duit Dalam Ic . cyl.esabic.lombardia.it; Views: 3346: Published: 4.08.2022: Author: cyl.esabic.lombardia.it: Search: table of content. Part 1; Part 2; Part 3; Part 4; Part 5; 0857-4869-5744 Selamat mencoba dan perlu di inggat ,cara ini harus dilakukan denagn hati hati dan orang yang sudah profesional. Nonton
Assalamualaikumberjumpa lagi kawan,kali ini kita belajar bersama cara cek IC Regulator dengan multimeter semoga teman teman faham dan tambah wawasan ya.Ok u
Site Rencontre Entierement Gratuit Sans Abonnement. Ilustrasi IC HP rusak. Foto UnsplashApakah kamu sedang mencari tahu cara mengatasi IC HP rusak? Sebelum itu, apakah benar eror di HP-mu terjadi karena kerusakan pada IC? Dalam artikel How To Tekno ini, kamu bisa mengetahui ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasi IC HP rusak Circuit atau IC adalah komponen penting dalam ponsel yang berfungsi sebagai penguat, osilator, timer, counter, gerbang logika, memori komputer, mikrokontroler atau dari Mobile Repairing Online, IC ini ibarat otak dan jantung pada ponsel, sehingga ketika rusak akibatnya akan fatal. IC juga berperan sebagai blok bangunan dasar dari semua perangkat elektronik modern. Ciri-ciri IC HP RusakIlustrasi IC HP rusak. Foto UnsplashTidak semua kerusakan pada HP disebabkan oleh IC yang rusak, bisa jadi komponen lainnya atau hanya sistem operasi yang terganggu. Sebenarnya, untuk mengetahui IC HP rusak atau tidak adalah dengan melihat komponen tersebut apakah ada titik yang terbakar atau bocor. Namun, bila ada panas yang tak wajar di ponsel, kamu bisa mencurigai adanya kerusakan pada komponen tersebut. IC yang rusak biasanya akan menimbulkan panas pada komponen tersebut yang menyebabkan ponsel juga ikut panas. Ciri lainnya adalah ponsel terasa lemot dan eror ketika melakukan beberapa perintah. Namun, panas pada ponsel dan eror di HP bukan hanya karena IC yang rusak, melainkan bisa juga terjadi karena kerja ponsel yang berat. Jadi, kamu wajib mengeceknya lebih lanjut. Penyebab IC HP RusakIlustrasi IC HP rusak. Foto PixabayPengguna ponsel wajib mengetahui beberapa penyebab IC HP rusak untuk bisa menghindarinya. Berikut daftarnya yang dikutip dari Carlcare1. Cacat dari AwalSebelum dijual ke pasaran, ponsel akan melewati kontrol kualitas. Namun, ada pula ponsel yang dijual dengan bagian tertentu yang sudah rusak. Bila kamu mengalami hal ini, sebenarnya masalah ini masih bisa diatasi dengan klaim garansi yang berlaku. 2. Lonjakan ListrikLonjakan listrik yang tinggi juga bisa menjadi penyebab kerusakan pada IC HP. Hal tersebut bisa terjadi jika kamu mengisi daya ponsel secara berlebihan. 3. Ponsel LembapKemungkinan terakhir adalah ponsel yang lembap dan adanya air di dalamnya. Kelembapan pada komponen di dalam ponsel bisa merusak komponen sensitif perangkat tersebut, termasuk IC. Cara Memperbaiki IC HP RusakIlustrasi IC HP rusak. Foto UnsplashAda beberapa langkah yang bisa dilakukan apabila mendapati IC HP rusak, yaitu1. Periksa Perangkat LunakPeriksa perangkat lunak yang terpasang di ponsel pintar. Kesalahan pada perangkat lunak bisa membuat ponsel rusak mirip dengan ciri-ciri IC rusak, yaitu HP panas. Bila sudah menemukan aplikasi yang bermasalah, kamu bisa segera mencopot atau uninstall aplikasi tersebut. 2. Perbaiki ICIC adalah komponen dengan ukuran yang sangat kecil dan sulit diperbaiki. Namun, bila menemukan teknisi yang bisa memperbaiki komponen tersebut, kamu bisa mempercayai teknisi tersebut. 3. Ganti ICLangkah terakhir adalah mengganti IC. Reparasi IC bukanlah hal yang mudah, jadi sebaiknya kamu membawa ke service center. Sekian informasi mengenai IC HP rusak, mulai dari ciri-ciri, penyebab, dan solusinya. Semoga artikel ini bermanfaat!Apa kepanjangan dari IC di HP?Apakah IC di HP penting?Apakah IC yang rusak bisa diperbaiki?
Cara Mudah Mendeteksi IC Regulator Yang Rusak Langkah tahu rusaknya IC regulator yang ada di dalam Alternator rusak sesungguhnya cukup gampang. Di dalam alternator tersebut ada banyak komponen dengan tugasnya semasing. Pada tulisan ini cuma mengulas bagaimana caranya saya tahu IC regulator dinamo amper yang berperan untuk cas aki mobil ini rusak Cara Mudah Mendeteksi IC Regulator Yang Rusak 1. Waktu kunci kontak ON, semestinya pada Alternator ada medan magnet, bila ditempelkan logam pada puli alternator bakal merasa tarikan magnet. Atau pada terminal IG atau terminal F pada alternator lama ada tegangan Plus battray. 2. Bila waktu kunci kontak ON ada tegangan pada terminal IG atau terminal F pada Alternator, namun tak ada tarikan magnet, langkah selanjutnya mesti membongkar Alternator dari mesin. 3. Langkah ketiga yaitu check carbon brush cool serta jalinan rotor slip rings, bila keadaan carbon brush masihlah panjang serta jalinan sliprings baik saat diukur dengan OHM mtr. umumnya nilai tahanan gulungan rotor kurang dari 4 ohm. 4. Bila ada tegangan pada IG alternator atau terminal F, Keadaan carbon brush baik dan jalinan rotor sliprings juga baik, dapat di pastikan rusaknya ada pada IC regulator Alternator. IC regulator rusak tak dapat diperbaiki, Bila IC regulator rusak langkah mengatasinya yaitu dengan ganti Ic regulator itu, atau bila tidak ingin report tinggal beli Alternator baru atau yang rekondisi. Janga lewatkan juga ulasan Harga IC Regulator Mobil Postingan populer dari blog ini Fungsi Ball Joint dan Cara Mengecek Kerusakannya Di dunia otomotif roda empat kita kerapkali mendengar arti ball joint, lantas sesungguhnya apakah ball joint itu, serta apakah manfaat dari ball joint itu pada kendaraan roda empat? Ball joint yaitu satu diantara komponen yang ada pada mobil terutama di bagian understeel atau kaki kaki mobil. Manfaat dari ball joint ini yaitu untuk mengikat knucle atau as roda pada arm, baik yang ada pada upper arm yang lalu dimaksud dengan juga upper joint, ataupun yang ada pada lower arm yang umum dimaksud dengan lower joint hingga bisa menjaga posisi as roda pada tempatnya saat mobil dibelokkan. Apabila komponen ini hingga rusak sudah pasti dapat menimbukan permasalahan seperti munculnya bunyi mencicit saat belok, liar nya setir kemudi serta mobil jadi sulit untuk dikendalikan. Rusaknya ball joint terlebih di bagian upper joint dapat juga menyebabkan ban jadi aus di bagian dalamnya atau bahkan juga aus dengan cara bergelombang, berintik atau keriting. Fungsi Ball Joint dan Cara Men Mengatasi Mobil Mogok Karena Kehabisan Bensin Mobil mogok berlangsung lantaran banyak hal, salah nya ialah kehabisan bensin. Walau mobil telah diperlengkapi dengan tanda bahan bakar, sebenarnya persoalan classic ini tetaplah dapat menerpa siapapun. Raja Nami Siregar, Kepala Bengkel Auto2000 cabang Ciledung menyampaikan kalau mobil yang kehabisan bensin pasti bakal bikin mesin bekerja. Tetapi tak perlu cemas, sebab keadaan itu tak menyebabkan resiko besar untuk kendaraan. “Risiko kehabisan bensin, mesinnya bakal mogok. Itu saja, tak ada resiko yang lain,” kata dia, ditulis dari Okezone. Mobil Mogok Karena Kehabisan Bensin Lantas apa sajakah yang butuh dikerjakan untuk menangani mobil mogok lantaran kehabisan bensin? Jika Anda telah isi bensin pada mobil, yang butuh dikerjakan setelah itu yaitu menanti sebagian sebelum menghidupkan mesin. Maksudnya agar bahan bakar mengalir ke system pembakaran dengan cara prima terlebih dulu. Jauhi untuk memaksakan menghidupkan mesin mobil dalam keadaan bensin belum pri
Apakah Anda sudah mengetahui apa itu IC regulator? IC regulator merupakan salah satu komponen yang umum ada di dalam rangkaian elektronika. IC regulator ini mempunyai fungsi mengatur intensitas tegangan dalam rangkaian tersebut. Pada artikel kali ini, kami tidak hanya akan membahas tentang IC regulator secara umum saja. Untuk mengetahui informasi yang lebih lengkap, simak penjelasan mengenai pengertian, fungsi, prinsip kerja, macam-macam IC regulator, serta cara mengukurnya pada artikel berikut ini. pengertian ic regulator IC regulator atau yang juga dikenal dengan istilah IC voltage regulator. Komponen yang satu ini adalah pengendali atau pengatur tegangan dalam rangkaian elektronika. Jadi, IC voltage regulator merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur tegangan agar tetap stabil dan siap digunakan sesuai kebutuhan. IC regulator ini biasanya juga tersusun dari puluhan hingga ratusan komponen turunan lainnya. Misalnya saja dioda, kapasitor dan transistor. Dimana komponen-komponen tersebut tergabung menjadi satu dan terintegrasi menjadi sebuah IC regulator. IC regulator banyak digunakan untuk berbagai perangkat elektronik sehari-hari. Terutama pada adaptor yang menyediakan jenis tegangan DC. Anda bisa menemukan adanya IC regulator para perangkat elektronik seperti televisi, DVD Player bahkan laptop ataupun notebook. Fungsi IC Regulator Untuk menjalankan alat-alat elektronik yang bersifat digital, dibutuhkan tegangan listrik yang stabil dan bebas gangguan. Untuk kebutuhan tersebut, Anda membutuhkan alat khusus yang berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan. Disinilah peran IC Regulator sangat dibutuhkan. Apalagi melihat fungsi dari voltage regulator itu sendiri yang mampu mengatur level tegangan komponen. Jadi, ketika menggunakan alat tersebut. Meskipun terjadi perubahan pada tegangan ataupun suhu dan beban yang terdapat pada input maupun output. Hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kestabilan daya yang dihasilkan. Singkatnya, fungsi IC regulator adalah untuk membantu perangkat elektronik bisa mencapai level tegangan DC yang konstan serta bersih dari noisi. Hal ini sangat penting agar perangkat elektronik tersebut dapat beroperasi dengan baik. Prinsip Kerja IC Voltage Regulator prinsip kerja ic regulator Selain berfungsi sebagai pengatur kestabilan tegangan, IC regulator juga berfungsi sebagai pembatas tegangan. Tujuannya adalah agar tegangan yang masuk ke dalam rangkaian tidak berlebih. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu IC regulator, Anda dapat memperhatikan bagaimana prinsip kerja IC regulator. Pada saat kunci kontak berada dalam posisi hidup on, maka arus dari baterai akan mengalir dengan skema sebagai berikut Baterai- sekering-kunci kontak- terminal IG-MIC. Setelah arus sampai pada MIC, arus kemudian akan diteruskan pada kaki basic dan melalui transistor. Skema arusnya adalah sebagai berikut MIC – kaki basic B – transitor Tr1 – terminal E Tr1 -massa. Dengan kondisi tersebut, maka hal ini akan mengakibatkan komponen Tr1 menjadi ON. Selain itu, medan magnet juga akan menjadi timbul pada kumparan rotor. Pada saat Tr1 menjadi on, transistor Tr3 pun aktif dan indikasi pengisian juga ikut menyala. Skema arusnya adalah sebagai berikut Baterai – kunci kontak – lampu pengisian – terminal regulator – kaki C Tr3 – E Tr3 – massa. Macam-Macam IC Voltage Regulator Macam-macam IC regulator dibedakan lagi menjadi beberapa jenis. Pengelompokkannya dibedakan dalam berbagai kategori. Diantaranya dikelompokkan berdasarkan fungsinya serta berdasarkan jumlah terminalnya. Simak informasi selengkapnya berikut ini 1. Jenis IC Regulator Berdasarkan Jumlah Terminalnya Pengelompokan macam-macam IC regulator yang pertama adalah berdasarkan jumlah terminalnya. Dilihat dari jumlah terminal yang terdapat dalam rangkaian, IC Regulator dibagi menjadi dua jenis berikut. IC regulator 3 terminal. IC regulator 5 terminal. 2. Jenis IC Regulator Berdasarkan Fungsinya Pengelompokan jenis IC regulator yang selanjutnya adalah dilihat berdasarkan fungsinya. Berdasarkan fungsinya, voltage regulator dibedakan menjadi 3 yaitu Fix Voltage Regulator fix voltage regulator Fix voltage regulator memiliki ciri khas yaitu jumlah tegangan outputnya yang tetap. Jadi tegangan output yang terdapat pada rangkaian ini tidak dapat disetel atau diubah sesuai keinginan Anda. Pada fix voltage regulator, jumlah tegangan yang terdapat di dalam output sudah ditentukan oleh produsennya secara langsung. Contohnya saja seperti IC regulator berikut IC regulator 7805 IC regulator 7809 IC regulator 7812. Untuk Fix Voltage Regulator ini sendiri juga diklasifikasikan lagi menjadi dua jenis, yakni Positive Voltage Regulator dan Negative Voltage Regulator. Secara mendasar, keduanya sebenarnya mempunyai cara kerja maupun susunan yang mirip. Poin yang membedakan hanyalah nilai polaritas tegangan yang terdapat pada outputnya saja. Adjdustable Voltage Regulator adjustable voltage regulator Adjustable Voltage Regulator merupakan komponen IC yang fungsinya mengatur range arus DC sesuai kebutuhan. Jadi, pada tipe IC tersebut Anda dapat mengatur jumlah tegangan output sesuai keinginan. Sebagai golongan IC linier, tipe yang satu ini juga dikelompokkan menjadi 2 macam, yakni Adjustable Voltage Regulator Positif dan Adjustable Voltage Regulator Negatif. Anda bisa menemukan aplikasi IC jenis ini pada IC LM317 dan IC LM337. IC tipe LM337 memiliki persamaan IC LM317. Persamaannya yaitu terletak pada design, cara kerja, fungsi dan juga konstruksinya. Yang membedakan dari keduanya adalah polaritas dari tegangan yang dihasilkan oleh outputnya. Jika tipe IC LM317 menghasilkan tegangan output positif. Maka IC LM337 sebaliknya, karena tipe tersebut menghasilkan jenis tegangan output negatif. Switching Voltage Regulator switching voltage regulator Tidak jauh berbeda dengan kedua jenis voltage regulator yang sebelumnya. Switching Voltage Regulator ini juga secara mendasar mempunyai susunan, desain bahkan fungsi yang mirip. Dimana fungsi utamanya yakni untuk menahan tegangan yang terdapat pada outputnya. Namun dibandingkan dengan dua jenis IC regulator pendahulunya, Switching Voltage Regulator memiliki efisiensi serta penggunaan energi yang lebih baik. IC jenis ini juga tidak menghasilkan panas yang berlebih overheat. Serta mampu mengalihkan energi ke medan magnet yang juga berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan energi. Kelebihan dan Kekurangan IC Regulator Sekarang ini, hampir semua komponen elektronika menggunakan IC regulator untuk menunjang kinerjanya. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari komponen tersebut? 1. Kelebihan IC Regulator Voltage regulator memiliki banyak sekali kelebihan. Keuntungan menggunakan perangkat tersebut antara lain adalah IC regulator memiliki ukuran yang kecil sehingga lebih menghemat tempat. IC regulator memiliki sistem pengisian yang lebih mudah dibandingkan sistem konvensional. Tegangan yang dihasilkan pada IC ini lebih stabil. Tidak membutuhkan penyetelan karena tidak menggunakan kontak poin. 2. Kekurangan IC Regulator Selain memiliki banyak kelebihan, IC regulator juga memiliki beberapa kekurangan. Apa saja kelemahan IC regulator? Kerusakan pada IC regulator tidak dapat diperbaiki. Sehingga apabila komponen tersebut rusak, harus diganti dengan yang baru. IC regulator juga memiliki keterbatasan karena komponennya yang kecil. Sehingga ketika terjadi kerusakan harus dilakukan pembongkaran. Cara Mengukur IC Regulator pengukuran tegangan IC regulator Untuk mengetahui apakah IC regulator masih dalam keadaan baik ataukah tidak. Anda perlu mengetahui bagaimana cara mengukur IC regulator. Dengan melakukan pemeriksaan, Anda akan tahu apakah komponen tersebut masih bagus ataukah tidak. Untuk melakukan pengecekan terhadap IC regulator, terlebih dahulu Anda harus menghidupkan rangkaian yang akan diperiksa tersebut. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengukur IC regulator Siapkan alat pengukur, Anda dapat menggunakan AVO meter analog maupun digital. Selanjutnya, tempatkan probe merah pada kaki IC regulator. Kemudian probe hitam ditempatkan pada ground rangkaian. Kemudian, Anda dapat melihat hasil pengukuran. Apabila nilai tegangan output adalah 8 volt maka IC dalam keadaan baik. Namun apabila nilainya kurang dari 8 volt, berati kondisi IC tersebut kurang bagus. IC yang bagus juga harus memiliki tegangan input lebih dari 10 volt. Apabila tegangan inputnya lebih rendah dari 10 volt. Artinya IC dalam keadaan kurang baik. Apabila IC regulator mengalami kerusakan, Anda harus menggantinya dengan yang baru. Karena IC tidak dapat diperbaiki lagi apabila sudah rusak. Kesimpulan Bisa disimpulkan bahwa IC Regulator adalah salah satu komponen yang fungsinya mengatur level tegangan dalam rangkaian elektronika. IC ini berperan untuk menjaga agar arus DC tetap stabil serta tidak terpengaruh faktor lain. Misalnya saja terpengaruh oleh beban, suhu maupun tegangan yang keluar masuk pada rangkaian tersebut. Untuk macam-macam IC regulator ini juga diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis. Mulai dari fixed voltage regulator, adjustable voltage regulator, hingga switching voltage regulator. Meskipun memiliki berbagai macam jenis, namun fungsi dan cara kerja dari alat tersebut nyaris sama yakni menjaga kestabilan tegangan. Bagaimana, tentu sudah semakin faham apa itu IC voltage regulator dan klasifikasinya, ya? Semoga ulasan di atas cukup mudah untuk dicerna. Sampai jumpa pada materi elektro yang selanjutnya!
Kita mengetahui bahwa di dalam mobil terdapat sistem kelistrikan. Baterai adalah komponen yang menyuplai kebutuhan listriknya. Hanya saja, kapasitas baterai pastilah sangat terbatas, tidak akan cukup untuk menyuplai lampu, sistem pengapian, starter, dan lainnya. Oleh karena itu, baterai perlu diisi kembali. Nah, pada kendaraan, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui sistem pengisian. Di dalamnya terdapat alternator dan fungsi IC regulator. Kedua bagian inilah yang bertanggung jawab menyalurkan listrik ke sistem pengisian Fungsi IC regulator akan AutoFamily temui pada sistem pengisian baterai mobil. Sistem pengisian kendaraan memproduksi listrik agar baterai selalu terisi penuh. Sistem pun akan memproduksi listrik untuk komponen yang memerlukan. Untuk bisa bekerja, sistem pengisian dibekali dengan alternator yang diputarkan oleh mesin dan regulator sebagai pengatur tegangan arus. Agar lebih jelas, berikut pembahasannya. 1. Alternator Alternator bertugas mengubah energi mekanis mesin menjadi tenaga listrik. Komponen alternator bisa berputar akibat adanya putaran dari puli poros engkol yang disalurkan lewat v-belt. Energi tersebut kemudian memutar rotor dan menghasilkan arus bolak-balik. Nantinya arus ini akan dibuat searah oleh dioda. 2. IC regulator Alternator tidak selalu menghasilkan tegangan yang konstan. Hal ini disebabkan hasil listrik yang tergantung dari kecepatan putaran mesin. Semakin cepat putaran mesin, maka akan semakin besar hasilnya. Itulah kenapa dibutuhkan fungsi IC regulator untuk menstabilkan dan mengontrolnya. Fungsi IC regulator ada dua. Pertama, mengatur arus listrik yang masuk ke rotor coil sehingga tegangan yang dihasilkan oleh alternator tetap konstan. Kedua, mematikan lampu pengisian jika alternator menghasilkan arus listrik. CEK PENAWARAN TERBAIK TOYOTA SIENTA DI SINI! Keunggulan IC regulator Sebenarnya, regulator dalam sistem pengisian ada dua jenis, yaitu IC regulator dan regulator konvensional atau platina. Namun, memang IC regulator memiliki keuntungan sebagai berikut Ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan regulator konvensional, tapi output-nya besar. Tidak memerlukan penyetelan. Memiliki kontrol yang baik dan sifat yang dapat menyesuaikan dengan temperatur. Karena hal-hal itulah, fungsi IC regulator jauh lebih unggul dibandingkan dengan model konvensional. Jenis ini pun banyak disematkan pada mobil pabrikan teranyar. Baca Juga Daftar Mobil Keluarga Murah, Irit, dan Nyaman Persembahan ToyotaCara kerja sistem pengisian IC regulator Adanya dua jenis regulator tentunya memengaruhi cara kerja sistem pengisian. Berikut ini penjelasan cara kerja sistem pengisian yang menggunakan IC regulator. 1. Kunci kontak ON mesin mati Pada saat kunci kontak berada di posisi ON, arus dari baterai akan mengalir ke rotor dan menuju ke massa. Dari sini, terbentuklah kemagnetan pada rotor coil. Pada waktu yang sama, arus baterai juga mengalir ke lampu pengisian sehingga membuatnya menyala. 2. Ketika tegangan pengisian kurang dari 14 Volt Saat mesin mobil mulai dinyalakan, stator akan berputar dan memotong medan magnet yang dihasilkan oleh rotor. Alhasil, timbul arus pengisian pada stator dan disearahkan oleh dioda. Arus ini pun dilanjutkan ke bagian-bagian berikutnya. Dalam proses ini, lampu pengisian akan mati karena tidak mendapat massa. 3. Saat tegangan lebih dari 14 Volt Saat mobil mulai dijalankan dengan kecepatan tinggi, maka putaran mesin juga akan bertambah cepat. Hal ini menyebabkan tegangan pengisian naik melebihi 14 Volt. Alhasil, bisa saja menyebabkan kerusakan pada sistem pengisian, terutama baterai. Makanya, ketika hal ini terjadi, kemagnetan pada rotor coil bakal dihilangkan sampai arus pengisian berada di bawah 14 Juga 5 Cara Membersihkan Jok Mobil KainKesimpulannya, fungsi IC regulator adalah mengatur dan mengontrol arus listrik yang dihasilkan oleh alternator agar selalu stabil. IC regulator pun akan mematikan lampu pengisian ketika alternator memproduksi arus listrik. Agar fungsinya tetap optimal dan kendaraan tetap prima, lakukan servis rutin m Toyota Anda ke bengkel Auto2000 terdekat. Booking layanan bengkel di sini.
Next posting kali adalah bagaimana cara menambah daya amper pada ic regulator 7815 dan 7915. Beberapa waktu lalu ada komentar rekan kita di g+ menanyakan tentang hal ini. Kemudian saya jawab komentar itu dengan gambar coretan di kertas, adalah gambar koneksinya, bagaimana cara menambah daya amper tersebut. Karena banyak sekali rekan yang lain menanyakan tentang hal ini, akhirnya saya buatkan postingan tersendiri membahas masalah ini. Bagaimana caranya? Simak lebih lanjut. IC regulator 7815 dan 7915 adalah jenis ic regulator penstabil dan penurun tegangan menjadi 15 volt. Ada banyak keluarga ic regulator 78xx dan 79xx. Kode xx adalah tanda angka untuk mengetahui tegangan output pada ic regulator tersebut. ic 78xx untuk tegangan positif + dan 79xx adalah untuk tegangan negatif -. Contoh ic 7815 adalah ic regulator dengan output stabil +15 volt. Contoh lagi ic 7805 adalah ic regulator dengan output +5 volt. Lalu untuk ic 7915 adalah ic regulator dengan output -15 volt. Dengan kemampuan untuk menstabilkan dan menurunkan berbagai tegangan, tergantung kode dua angka pada ic regulator tersebut. Membuat ic ini banyak sekali dipakai untuk berbagai macam rangkaian elektronik yang membutuhkan tegangan stabil tertentu. Sehingga dapat dengan mudah mendapatkan tegangan yang diinginkan cukup dengan memakai ic regulator ini. Nah yang menjadi kendala adalah kemampuan daya amper ic regulator ini kecil, yaitu sekitar 1 Amper. Jika diaplikasikan untuk rangkaian dengan beban ringan, mungkin tidak akan menimbulkan masalah. Tapi jika sudah dengan beban diatas 1A, maka ic regulator ini sudah tidak mampu lagi mensupply tegangannya. Jika dipaksakan ic regulator akan cepat panas dan menyebabkan tegangan output menjadi drop. Bagaimana caranya agar ic regulator ini dapat digunakan untuk beban diatas 1A? Caranya adalah dengan menambahkan transistor penguat tambahan pada output ic regulatornya. Tr penguat bisa menggunakan jenis NPN dan PNP. Untuk ic 7815 bisa pakai tr TIP3055 dan untuk ic 7915 bisa pakai tr TIP2955. Selain menggunakan tr penguat TIP3055 dan TIP2955, anda bisa juga menggunakan tr jengkol 2N3055 dan MJ2955. Untuk ic 7815 anda bisa pakai tr jengkol 2N3055 dan ic 7915 bisa pakai tr jengkol MJ2955. Setelah anda mengetahhui pasangannya, mari kita lihat gambar koneksinya. Berikut gambar koneksi ic regulator 7815 yang sudah ditambahkan tr penguat TIP3055. Berikutnya adalah gambar koneksi ic 7815 dengan tr penguat jengkol 2N3055. UPDATE!!! Untuk gambar paralel tr penguatnya ada dibawah ini. untuk koneksi paralel tr jengkol sama saja, tinggal konek paralel kaki B C E nya. Jumlah tr paralel bisa lebih dari tiga. Semakin banyak tr penguat yang dipasang, maka semakin besar daya amper yang dikeluarkan. Dibawah ini gambar paralel tr penguat jengkol. Gambar diatas adalah untuk jenis rangkaian power supply tunggal, yang hanya menggunakan satu buah ic 7815 dan tr penguat TIP3055 atau 2N3055. Terus bagaimana caranya jika diaplikasikan untuk tegangan simetris 7815 dan 7915? Sebenarnya jika anda sudah paham gambar diatas, maka akan mudah untuk merakitnya. Sebelum melihat koneksi gambar jalur simetrisnya. Akan lebih baik jika anda memahami dulu fungsi kaki pin kedua ic regulator ini. Karena pada kedua ic regulator ada beda sedikit pada pin kakinya, yaitu pin kaki 1 dan kaki 2. Yang mana kaki pin 1 pada ic 7815 adalah input dan pin 2 adalah ground. Maka pin 1 untuk ic 7915 adalah Ground dan pin 2 atau kaki tengah adalah input. Karena sering kali kesalahan disebabkan karena posisi kakinya yang terbalik. Terutama pada ic 7915 ini rawan sekali terbalik koneksi pin 1 dan 2 nya. Jika kaki ic 7915 nya ini terbalik, maka tegangan outputnya tidak akan keluar. Jikalau pun bisa keluar, biasanya teganganya terukur kecil atau drop. Supaya lebih paham, tentang fungsi kaki pin 7815 dan 7915 silahkan lihat gambar dibawah ini. Silahkan lihat letak perbedaan gambar diatas ini. Yaitu pin kaki ic 7815 dan 7915. Maka jangan sampai keliru lagi ya dalam hal pemasangannya. Setelah anda paham tentang fungsi kakinya, mari kita lihat koneksi regulator simetris 7815 dan 7915 yang sudah dilengkapi dengan tr penguat TIP3055 dan TIP2955. Nah sudah tahukan bagaimana cara menambah daya amper ic regulator 7815 dan 7915. Jika rangkaian ini sudah anda tambahkan tr penguat, maka daya amper output ic regulator 7815/7915 akan menjadi diatas 1A. Jika anda ingin menambahkan kekuatan dari tr penguatnya, agar tidak panas, maka tr penguat bisa diparalel lebih dari satu. Cara ini pernah saya terapkan pada supply pemancar FM daya 12watt, menggunakan trafo 10A dan ic regulator 7812 dan 4 buah tr penguat jengkol 2N3055 yang diparalel. Dengan hasil yang baik. Untuk jenis power supply simetris transistor anda bisa baca disini. Semoga bermanfaat.
cara cek ic regulator rusak